RehyangNews.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, intensif menggelar sosialisasi program peremajaan atau “replanting” tanaman kelapa sawit yang tidak produktif. Program ini menyasar kebun sawit dengan bibit asalan dan usia tanaman yang sudah tua, khususnya bagi kelompok tani di daerah tersebut.
“Pada tahun 2025, kami akan fokus pada tiga lokasi di Kecamatan Air Rami, karena wilayah ini belum tersentuh program peremajaan kelapa sawit,” ujar Kepala Bidang Perkebunan Distan Mukomuko, Iwan Cahaya, Sabtu (28/12).
Iwan menjelaskan, program replanting sawit tidak produktif akan terus berjalan di tahun 2025 dengan target seluas 1.000 hektare, sama seperti target tahun 2024.
“Kami memberikan sosialisasi kepada kelompok tani terkait persyaratan dan dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mengusulkan program ini. Petugas kami juga akan mendampingi para petani dalam mengurus dokumen hingga pengajuan selesai,” tegasnya.
Dinas Pertanian berkomitmen membantu setiap kelompok tani agar dapat mengakses program peremajaan ini secara optimal. “Kami akan terus mendampingi hingga program replanting sawit mereka terealisasi,” tambahnya.
Pada tahun 2024, program peremajaan sawit rakyat mencapai realisasi seluas 906 hektare dari target 1.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih dalam proses penyelesaian administrasi di tingkat provinsi dan Direktorat Jenderal Perkebunan.
“Dari total 906 hektare, 67,8 hektare sudah memasuki tahap perjanjian kerja sama (PKS) tahap II. Sedangkan 342,42 hektare sedang menunggu proses rekomendasi teknis tahap I di Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, terdapat 229,76 hektare di tahap III, 181 hektare dalam proses verifikasi di tingkat kabupaten pada tahap IV, dan 106 hektare sedang melengkapi administrasi di tahap V.
Dinas Pertanian Mukomuko berkomitmen mempercepat program ini untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat. “Program ini diharapkan menjadi solusi bagi petani yang lahannya sudah tidak produktif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di daerah kami,” tutupnya. (**)
Editor: Redaksi




Tinggalkan Balasan