Rehyangnews.com – Pada Kamis, 22 Agustus, Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, RA Denni, menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Bengkulu. Acara penting ini diselenggarakan di sebuah hotel di kawasan Kota Bengkulu dan memiliki tujuan strategis, yaitu untuk memilih ketua dan pengurus baru DPC HNSI Kota Bengkulu periode 2024-2029.

Muscab ini menjadi momen penting bagi para nelayan di Bengkulu, karena melalui forum ini diharapkan terwujud kepemimpinan yang mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan mereka. Ali Syukur Simatupang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC HNSI Kota Bengkulu yang baru, dan pelantikannya langsung dilakukan oleh Ketua HNSI Provinsi Bengkulu, H. Adhar.

Dalam sambutannya, RA Denni menekankan pentingnya sinergi antara HNSI dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi yang solid antara organisasi nelayan dan pemerintah sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh para nelayan, mulai dari keterbatasan alat tangkap hingga masalah kesejahteraan.

“Harapan kami, Muscab ini dapat menghasilkan program-program unggulan yang dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan nelayan di Bengkulu,” ujar RA Denni. Ia juga menekankan pentingnya pengurus baru untuk menjalin komunikasi yang efektif dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kota maupun kabupaten, untuk memastikan bahwa program-program yang disusun dapat menjadi bagian integral dari kebijakan dan program kerja Pemerintah Provinsi Bengkulu.

RA Denni juga mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Bengkulu. Salah satu inisiatif yang telah dilaksanakan adalah penyediaan alat tangkap ikan semi modern yang ramah lingkungan. Alat tangkap ini diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan mereka tanpa merusak ekosistem laut.

Selain itu, pemerintah juga telah menjalankan program penyediaan bibit ikan serta bantuan alat tangkap. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi keberlanjutan usaha perikanan di Bengkulu. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari visi besar “Bengkulu Maju, Nelayan Sejahtera” yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Dengan adanya program-program ini, RA Denni berharap pengurus HNSI yang baru dapat melanjutkan dan mengembangkan inisiatif-inisiatif yang sudah ada, serta memperkenalkan inovasi-inovasi baru yang dapat membantu nelayan meningkatkan taraf hidup mereka.

Ali Syukur Simatupang, Ketua DPC HNSI Kota Bengkulu yang baru terpilih, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada upaya peningkatan kesejahteraan anggotanya, yaitu para nelayan. Ia menyadari betul bahwa nelayan menghadapi banyak tantangan, mulai dari kondisi cuaca yang tidak menentu hingga persaingan yang semakin ketat dengan nelayan dari luar daerah.

Ali Syukur juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama erat dengan pemerintah daerah, terutama dengan DKP Provinsi Bengkulu. Menurutnya, kerja sama ini sangat penting untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi nelayan, seperti akses terhadap modal usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi perikanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Saya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh para nelayan. Kami akan fokus pada program-program yang benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kami,” tegas Ali Syukur.

Dengan kepemimpinan yang baru, HNSI Kota Bengkulu diharapkan dapat menyusun strategi yang lebih matang untuk masa depan nelayan di daerah ini. Ali Syukur mengungkapkan bahwa salah satu fokus utamanya adalah memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai nilai perikanan. Ini bisa dicapai dengan membangun koperasi-koperasi nelayan yang kuat, meningkatkan akses terhadap pasar, serta memperbaiki kualitas produk perikanan melalui teknologi pengolahan yang lebih modern.

Selain itu, HNSI juga berencana untuk mengadvokasi kebijakan-kebijakan yang lebih pro-nelayan di tingkat lokal maupun nasional. Misalnya, melalui usulan peraturan daerah (perda) yang dapat memberikan perlindungan lebih bagi nelayan kecil dan tradisional, serta memastikan bahwa mereka mendapatkan bagian yang adil dari sumber daya laut yang tersedia.

Sebagai bagian dari program kerjanya, HNSI Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Ali Syukur juga akan fokus pada pengembangan kapasitas para nelayan. Ini mencakup pelatihan keterampilan baru, baik dalam teknik penangkapan ikan yang lebih efisien maupun dalam pengelolaan usaha perikanan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Pelatihan ini juga akan mencakup aspek-aspek penting lainnya, seperti manajemen keuangan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mengakses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan ikan, tetapi juga dapat mengembangkan usaha perikanan yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan.

Ali Syukur juga menekankan pentingnya membangun jaringan kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dengan pemerintah daerah, tetapi juga dengan pihak swasta, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah (NGO). Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak ini dapat membuka peluang baru bagi nelayan, seperti akses terhadap pembiayaan, teknologi, dan pasar yang lebih besar.

Misalnya, bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) yang dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam bidang perikanan. Atau bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi perikanan untuk memperkenalkan alat tangkap yang lebih canggih dan ramah lingkungan. (Mei)